Breaking News

PRESS RELEASE; KRIMINALISASI PETAMBAK TRADISIONAL DI PANTURA LAMONGAN

444

Oleh

Rifai

Dewan Tani Aliansi Petani Indonesia (API) Lamongan

Pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah petambak di Pantai Utara Kabupaten lamongan oleh pihak Polda Jawa Timur sejak bulan September 2019 sampai Juni 2020, menyebabkan ratusan petambak kecil dan gelisah dan khawatir. Apalagi ditengah-tengah situasi penyebaran Pandemi COVID-19 harga ikan kerapu, Ikan bandeng, Ikan Kakap, kepiting jatuh dan para petambak kesulitan menjual komoditas hasil budidaya mereka. Para Ibu-ibu dan anak-anak petambak juga khawatir suatu saat tiba-tiba suami dan ayah mereka dipanggil oleh polisi apalagi dilakukan penahanan. Mereka sangat berharap tindakan kepolisian yang terkesan sebagai kriminalisasi para petambak Pantura ini dihentikan.

 Selama ini mereka mengelola tambak yang diwariskan oleh orang tua mereka dan sebagian ada yang menyewa kepada sesama petambak dan tidak ada masalah terkait pemanfatan air laut.  Mereka tidak menggangu peraian, tidak merusak lingkungan, tidak ada permasalahan apapun dengan masyarakat sekitar. Bahkan masyarakat sekitar kawasan sangat terbantu dengan adanya sumber mata pencaharian di sekitar kawasan pertambakan tersebut. Misalnya, menjadi tenaga kerja.

 Ratusan petambak khususnya di Desa Brengkok dan desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan sebagian besar adalah Petambak Tradisional. Mereka adalah  penduduk lokal dari dua desa tersebut. Para petambak tersebut selama ini sebagian besar melakukan budidaya dengan cara tradisional dan sebagian kecil melakukan budidaya semi intensif. Lokasi tambak budidaya berada di wilayah administratif Desa Labuhan, Kecamatan Brondong.

 Pertambakan di kawasan Desa Brengkok dan Desa Labuhan sudah ada sejak zaman sebelum penjajahan Jepang. Saluran-saluran air dibangun pada masa Romusha (penjajah Jepang). Sementara status lahan pertambakan yang dikelola oleh petambak adalah hak milik. Wilayah tambak di kawasan Brengkok dan Labuhan sudah dikelola oleh masyarakat lokal sebagian besar hingga 4 generasi. Oleh para ahli waris ada yang dikelola bersama satu keluarga, ada yang disewakan kepada sesama petambak dari masyarakat setempat.

 Selama ini tambak-tambak di kawasan pesisir utara Kabupaten Lamongan, Tuban, Gresik dan khususnya tambak-tambak yang berada di desa Brengkok dan Labuhan digunakan untuk budidaya Ikan Bandeng, Udang Vanami, Ikan Kerapu, Ikan Kakap Bakau dan kepiting. Sementara sarana dan prasarana yang digunakan untuk melakukan budidaya ikan selain kolam-kolam pembesaran ikan adalah mesin diesel sekitar 24 PK untuk mendorong air laut ke kolam jika kondisi Air laut tidak pasang. Sumur bor untuk mencampur air tawar dengan air laut, khususnya untuk budidaya Udang Vanami. Kincir untuk membantu sirkulasi oksigen, mesin jenset atau salurusan Listrik (PLN) untuk penerangan dan menghidupkan kincir.

 Secara turun temurun, para petambak di Kawasan Pesisir Utara Kabupaten Lamongan memanfaatkan pasang surut air laut untuk mengisi dan mensirkulasi air di kolam-kolam budidaya malalui saluran air yang sudah ada sejak zaman dulu.

 Disamping melakukan budidaya para petambak sangat memperhatikan dan menjaga kelestarian saluran yang sudah ada dan menjaga kelestarian hutan bakau di sekitar garis pantai dalam rangka untuk menjaga abrasi.

 Adanya UU No. 31 th 2004 Tentang Perikanan, UU no 45 th 2009 Tentang Perubahan UU No 31 th 2004, UU th 2019 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air, UU No 1 th 2014 Tentang Perubahan UU no th 2007 Tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Para petambak sama-sekali tidak memahami aturan-aturan dan perizinan yang harus mereka penuhi untuk budidaya, pemanfaatan air Bor, dan pemanfaatan air laut yang masuk kedarat. Mereka sama sekali tidak memahami perizinan-perizinan yang dimaksud.

 Sejak lama mengenai perijinan telah di komunikasi oleh petambak dan Dinas Perikanan dan kelautan, namun dengan adanya peraturan baru maka format-perizinan Budidaya Ikan di Kabupaten Lamongan Masih dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Mengenai pemanggilan Pihak Polda Jawa Timur kepada beberapa petambak di Kawasan Pantai Utara Lamongan sebenarnya sudah disampaikan kepada DKP Lamongan, bahkan sudah disampaikan kepada Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia untuk mendapatkan solusi penyelesaian terkait dengan pemanggilan para petambak di Pantai Utara Kabupaten Lamongan, namun belum ada titik temu.

 

111Foto Pemuda Petambak di Desa Brengkok/Labuhan: Sedang Memanen Ikan Bandeng di Kolam Budidaya.

222Situasi Kolam Budidaya Ikan Kerapu di Desa Labuhan

 333Situasi Saluran Air Laut dan Pemanfatannya di Desa Labuhan/Brengkok, kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>