Breaking News

Petani Lamongan Menanti Perhatian Lebih Dari Pemerintah di Tahun 2018

dua dari kiri, Gus Din (sekjen API Jatim sekaligus Staff Kemendes), Dr. Madekhan, M.Si (Direktur Prakarsa Jatim), Dwi Candra (Staff Kepresidenan percepatan reforma agraria dan pedesaan)

dua dari kiri, Gus Din (sekjen API Jatim sekaligus Staff Kemendes), Dr. Madekhan, M.Si (Direktur Prakarsa Jatim), Dwi Candra (Staff Kepresidenan percepatan reforma agraria dan pedesaan)

Lamongan, di era modernisasi seperti ini tentu banyak yang tidak memperhitungkan peran maupun profesi sebagai petani. Perlu kita ketahui bersama, negara yang makmur adalah negara yang menguasai pangan, seperti apa yang disampaikan presiden Joko Widodo dalam sambutannya beberapa waktu lalu di salah satu acara universitas di Bogor.

API (Aliansi Petani Indonesia) yang juga bekerja sama dengan Prakarsa Jawa Timur mengadakan pertemuan multi-pihak musyawarah petani di Kabupaten Lamongan yang diselenggarakan di halaman sekolah Al-Islamiyah Desa Brengkok, Kec. Brondong pada Selasa 26 Desember 2017, pertemuan ini bertujuan agar para petani mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah agar apa yang selama ini mereka harapkan benar-benar bisa di perhatikan penuh oleh pemerintah serta stakeholder terkait pada khususnya, apalagi memasuki tahun baru 2018, dimana banyak petani yang menanti adanya langkah pasti serta realisasi janji pemerintah terhadap petani yang belum direalisasikan pada tahun 2017.

Pertemuan multi-pihak yang dikemas dalam suasana “cangkruk’an” ini dihadiri ratusan orang dari perwakilan kelompok tani di beberapa kecamatan di kabupaten Lamongan dan juga banyak dari masyarakat setempat Desa brengkok yang berprofesi sebagai petani. Pertemuan ini di fasilitatori oleh M. Nuruddin atau biasa dikenal dengan sebutan Gus Din dari Kemendes, Dr. Madekhan, M.Si dari Prakarsa Jawa Timur serta perwakilan dari staff kepresidenan RI dan juga perwakilan API Jawa Timur.

IMG-20171226-WA0004Pertemuan ini berlangsung dengan penuh antusias, hal ini terlihat dari banyaknya dialog aktif yang terjadi antara para petani dan juga fasilitator. Banyak topik yang dibicarakan pada dialog multi-pihak ini, seperti masalah hama, sulitnya mendapatkan pasokan pupuk,stabilitas harga, bantuan yang kurang tepat sasaran dan kurang merata, masalah lahan pertanian serta yang cukup menarik yaitu masalah kurang minatnya generasi penerus terhadap sektor pertaninan yang dianggap kurang mencukupi kebutuhan hidup, sehingga banyak yang beralih ke profesi yang dianggap lebih menarik dan menjanjikan dari pada sektor pertanian

“Kita sebagai warga negara Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris karena hasil pertaniannya tentu harus bersama-sama mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para petani di tahun 2018 mendatang dengan kebijakan yang memihak kepada para petani tentunya, agar nantinya banyak generasi penerus yang berminat dengan dunia pertanian dan bisa berinovasi agar bisa terus berkembang” ujar Dr. Madekhan M.Si selaku direktur Prakarsa Jawa Timur.

Semakin peliknya masalah pertanian ini, membuat API untuk selanjutnya berharap bisa didukung penuh oleh stakeholder terkait untuk bisa membuat kegiatan-kegiatan sharing seperti ini dan juga kegiatan lainnya ditahun 2018 mendatang agar bisa digunakan sebagai sarana untuk semakin memperhatikan nasib para petani kedepannya. Mengingat sektor pertanian merupakan sektor strategis dalam kedaulatan pangan dan juga mendukung program nawacita yang didengungkan oleh presiden Joko Widodo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>