Breaking News

PERAN PENTING POSYANDU DALAM MENGENALI STUNTING

ee2Jember, Stunting saat ini menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan di dunia, Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan penderita stunting yang cukup banyak, tercatat sampai dengan saat ini, Indonesia menduduki peringkat ke-5 terbanyak di dunia dengan penderita stunting.

Dalam hal ini, kab. Jember juga menjadi 100 kabupaten prioritas permasalahan stunting di tingkat nasional, dan juga menjadi salah satu dari 5 kabupaten dengan  penderita stunting tertinggi di jawa timur, dengan angka prevalensi mencapai 17,73% atau sekitar 29.020 balita. (Data dinkes kab. jember)

Saat ini, Prakarsa Jawa Timur atas dukungan Yappika-ActionAid yang sedang menjalankan program #AnakSehat di 4 wilayah dengan kondisi serta karakteristik yang berbeda-beda menemukan berbagai temuan menarik terkait Stunting itu sendiri.

Salah satu desa yang saat ini menjadi prioritas program #AnakSehat adalah desa Sidomulyo, Kec. Silo. Sidomulyo yang tercatat mayoritas wilayahnya masuk dalam wilayah Perkebunan Nusantara XII ini merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di kab. jember.

Secara kondisi geografis, sebenarnya Sidomulyo merupakan daerah yang subur. Warganya juga tidak kesulitan dalam mendapatkan akses panganan bergizi, terutama sayur-sayuran yang bisa dengan mudah mereka dapatkan dari kebun yang mereka punya. Tapi kenapa masih ditemukan kasus stunting?

IMG_9166Stunting tidak hanya masalah pola makan saja, tapi pola asuh, sanitasi dan juga pemahaman tentang pola hidup bersih dan sehat sangat berpengaruh terhadap stunting. Salah satu temuan penting yang didapatkan di sidomulyo yaitu, selama ini masih banyak warga yang mengkonsumsi air minum mentah tanpa dimasak dari sumber mata air terdekat. disamping itu juga masih banyaknya warga yang melakukan Buang Air Besar disembarang tempat juga ditemukan masih cukup banyak. Nah, hal ini tentu harus segera diatasi bersama.

Posyandu harus menjadi titik awal dalam identifikasi masalah stunting pada anak, khususnya pada 1000 HPK, kader- kader posyandu juga harus bisa menjadi barisan terdepan dalam menanggulangi masalah stunting di tingkat desa/ kelurahan. Hal ini juga yang saat ini menjadi prioritas Prakarsa Jawa Timur dan Yappika-ActionAid dalam program #AnakSehat, dimana menempatkan kader-kader posyandu untuk bisa mengenali ciri-ciri stunting, dampak, serta juga langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada indikasi stunting pada balita. Melalui program ini kader posyandu juga diberikan edukasi-edukasi terkait stunting, tentu juga melibatkan dari pihak bidan desa serta puskesmas terkait.

Tim Prakarsa dan Yappika-ActionAid saat berdiskusi dengan kepala desa, bidan dan juga direktur Perkebunan terkait pengelolaan posyandu.

Tim Prakarsa dan Yappika-ActionAid saat berdiskusi dengan kepala desa Sidomulyo, bidan dan juga direktur Perkebunan terkait pengelolaan posyandu.

Harapannya nanti, tidak hanya kader posyandu saja yang menjadi aktor kunci dalam penanganan masalah stunting, tapi peran dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pemuda serta unsur-unsur lainnya yang ada di desa juga sangat diharapkan keterlibatannya dalam program #AnakSehat terkait eliminasi Stunting di Kab. Jember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>