Breaking News

Pentingnya Pendidikan Nilai (Living Values) Dalam Proses Pembelajaran

Kemajuan teknologi yang pesat memudahkan kehidupan manusia, disisi lain mempunyai pengaruh negatif bagi eksistensi nilai-nilai yang berkeembang dalam masyarakat. Berbagai macam fenomena yang sebeumnya dianggap tabu, kini telah menjadi tren di masyrakat, hal ini bisa dibuktikan dengan dengan maraknya kekerasan, pelecehan seksual , kurangnya nilai kesopanan terhadap orang tua dan berbagai masalah lainya. pembelajaran yang diperoleh di kelas sangat berpengaruh terhadap pola ikir dan cara pandang peserta didik. Pembelajaran nilai bukan hanya tanggungjawab guru agama tetapi merupakan tanggungjawab semua guru.

Hal terpenting dalam tujuan pendidikan adalah bagaimana mengangkat derajat manusia menjadi bermartabat, bermoral dan mempunyai nilai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya menciptakan manusia berakal, kompeten dan berguna, melainkan insan kamil seutuhnya. Oleh karena itu pendidikan nilai sangatlah dibutuhkan.

Berbagai macam aktivitas pembelajaran berdasarkan nilai yang ada dalam Living Values dirancang untuk memotivasi murid dan mengaak peserta didik untuk memikirkan dirinya sendiri, orang lain, seluruh dunia, dan nilai-nilai yang saling berkaitan. Hal ini bertujuan untuk merasakan pengalaman di dalam diri sendiri/ yang pernah dialami dan untuk membangun sumber daya diri dan juga bertujuan untuk memperkuat, memancing potensi, kreativitas, dan bakat-bakat tiap murid.

Dalam proses pembelajaran LV Para peserta didik diajak untuk berefleksi, berimajinasi, berdialog, berkomunikasi, berkreasi, menulis, menyatakan diri lewat seni, dan bermain-main dengan nilai-nilai yang diajarkan. Dalam prosesnya, akan berkembang keterampilan pribadi, social, dan emosional, sejalan dengan keterampilan social yang damai dan penuh kerja sama dengan orang lain. Nilai-nilai ini telah disusun sedemikian rupa sehingga menyediakan serangkaian keterampilan yang dibangun satu di atas yang lain. Latihan-latihan yang ada termasuk membangun keterampilan menghargai diri sendiri, keterampilan komunikasi sosial yang positif, keterampilan berpikir kritis, dan menyatakan diri lewat seni dan drama

 

Pelatihan-pelatihan Living Values

Penciptaan suasana berdasarkan nilai akan sangat memfasilitasi keberhasilan program, membuat program dapat dinikmati, bermanfaat, dan efektif bagi murid dan guru. Selama pelatihan LV, para pengajar berpartisipasi dalam sesi-sesi kesadaran nilai. Mereka diminta untuk merefleksikan nilai-nilai mereka pribadi, mengungkapkan ide-ide tentang elemen-elemen dalam suasana berdasarkan nilai dan membayangkan lingkungan kelas yang optimal. Model teoretis LV dan landasan berpikir yang mendasari berbagai aktivitas nilai dipresentasikan setelah para guru mendiskusikan ide-ide mereka tentang praktik mengajar yang terbaik. Kemudian diikuti dengan satu atau lebih sesi yang berkaitan dengan aktivitas nilai LV untuk anak-anak dan/atau remaja. Kemudian pelatihan beralih ke keterampilan menciptakan lingkungan berdasarkan nilai; pengakuan, dukungan dan perilaku mendorong yang positif; mendengarkan aktif; penyelesaian konflik; pembuatan peraturan dengan berkolaborasi; dan disiplin berdasarkan nilai.

Orang-orang dewasa diminta untuk membawa serta pengalaman mereka  ke dalam aktivitas-aktivitas yang ada. Silakan mengembangkan semua aktivitas ini berdasarkan kreativitas anda serta sumber-sumber budaya dan edukasi di negara anda.

Berbagai Macam Aktivitas-aktivitas Nilai

Hanya mendengar tentang nilai-nilai tidaklah memadai untuk anak-anak. Agar bisa benar-benar mempelajarinya, mereka harus mengalami dalam berbagai tingkatan, menjadikan nilai-nilai tersebut bagian dari mereka. Dan hanya merasakan, mengalami, dan memikirkan nilai-nilai tidak pula memadai; dibutuhkan pula keterampilan-keterampilan sosial agar bisa menggunakan nilai-nilai tersebut di kegiatan sehari-hari. Anak-anak zaman sekarang harus bisa melihat efek-efek perilaku dan pilihan-pilihan mereka dan mampu mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang sadar akan lingkungan. Dengan demikian, nantinya mereka akan membawa serta nilai-nilai ini tidak hanya ke dalam kehidupan pribadi mereka sebagai orang dewasa, melainkan juga ke dalam masyarakat yang lebih luas, sehingga sangat penting bagi mereka untuk juga menjelajahi topik-topik keadilan sosial dan memiliki seorang dewasa yang memberikan contoh nilai-nilai tersebut.

Butir-butir refleksi

Butir-butir Refleksi diletakkan di awal setiap unit nilai dan dibaurkan di dalam tiap pelajaran yang ada. Butir-butir ini mendefinisikan nilai-nilai dan memberikan konsep abstrak untuk direnungkan. Ada perspektif nilai yang universal – yaitu yang menekankan harga diri dan pentingnya tiap-tiap manusia dan pentingnya lingkungan. Misalnya, sebuah butir dalam unit Penghargaan adalah: Setiap orang di dunia berhak untuk hidup dengan penghargaan penuh dan kehormatan, termasuk diriku. Butir refleksi dalam unit Toleransi adalah: menjadi terbuka dan menerima keindahan perbedaan.

Berimajinasi

Beberapa unit nilai meminta anak-anak membayangkan dunia yang penuh damai, untuk membagi pengalaman mereka, dan kemudian membuat gambar atau lukisan. Latihan berimajinasi ini tidak hanya memancing kreativitas “murid-murid yang baik” tetapi juga memancing ketertarikan murid-murid yang sering dinilai “nakal” atau “motivasi rendah”. Visualisasi membuat nilai-nilai menjadi lebih relevan dengan para murid karena mereka mencari tempat dalam diri mereka di mana mereka mengalami sendiri kualitas nilai tersebut dan menghasilkan ide yang mereka tahu adalah milik mereka.

Latihan Relaksasi/Fokus

Seringkali anak-anak tidak suka “menjadi hening” di sekolah. Tampaknya mereka mengalami keheningan dengan cara menghilangkan sama sekali kesenangan mereka dan menekan energi dan kegembiraan mereka. Keheningan dipandang sebagai sesuatu yang tidak dapat dinikmati, tetapi sebagai suatu kewajiban untuk mematuhi perintah orang dewasa. Unit-unit Kedamaian, Penghargaan, Cinta, dan Kebebasan memperkenalkan Latihan Relaksasi/Fokus. Latihan-latihan ini dirancang untuk membantu siswa menikmati “perasaan” dari nilai-nilai tersebut. Para guru sudah membuktikan bahwa latihan-latihan ini membatu para murid menjadi lebih tenang, lebih puas diri, dan lebih baik dalam berkonsentrasi saat belajar. Beberapa guru juga menemukan bahwa para murid senang membuat latihan-latihan mereka sendiri untuk dilaksanakan di kelas mereka.

Ekspresi Seni

Anak-anak didorong untuk berefleksi tentang nilai dan mengalami nilai tersebut dengan artistik dan kreatif melalui kesenian. Misalnya, mereka membuat poster tentang kedamaian dan menempelkannya di dinding, atau mereka memahat kedamaian, melukis kesederhanaan, atau menarikan kerja sama. Sebagai bagian dari aktivitas-aktivitas tentang Kesederhanaan, para murid diajak untuk berjalan-jalan di alam, menulis sebuah puisi untuk sebuah pohon, dan menulis sebuah puisi yang mungkin ditulis oleh sebuah pohon untuk mereka. Ada beberapa lagu yang disertakan dalam buku ini, namun para guru bisa membawakan beberapa lagu tradisional dari budaya negara mereka dan menyanyikannya dengan anak-anak. Murid-murid yang lebih dewasa bisa menciptakan sendiri lagu-lagu mereka tentang nilai dan membawa lagu-lagu favorit mereka.

Aktivitas Pengembangan Diri

Dalam aktivitas-aktivitas ini, para murid mengeksplorasi nilai dalam kaitannya dengan diri mereka sendiri atau membangun keterampilan yang berkaitan dengan nilai. Misalnya, murid-murid melihat sifat-sifat baik mereka sendiri dalam unit Penghargaan serta pilihan kata-kata yang membawa kebahagiaan untuk diri mereka sendiri dan orang lain. Dalam salah satu aktivitas di unit Kejujuran, mereka memeriksa perasaan mereka ketika mereka berlaku jujur. Ada beberapa kisah tentang nilai-nilai, dan para guru diminta untuk membawakan satu cerita favorit mereka dalam unit yang sedang difokuskan. Banyak latihan nilai yang membutuhkan guru mengiyakan secara positif semua respons-respons murid.

Keterampilan Sosial

Para guru diminta untuk mengajarkan dan mencontohkan keterampilan penyelesaian konflik. Disarankan agar murid-murid yang lebih dewasa ditugaskan untuk menjadi pengawas kedamaian di tempat bermain saat istirahat. Ada banyak keterampilan-keterampilan sosial dalam unit-unit ini, beberapa contohnya adalah: Dalam unit Cinta, para murid mengeksplorasi cara-cara menggunakan kata-kata yang untuk orang lain adalah setangkai bunga dan bukannya duri. Dalam unit Penghargaan, murid-murid yang lebih besar memeriksa cara-cara halus dan kurang halus menunjukkan penghargaan dan penghinaan. Permainan-permainan dalam unit Kerja Sama menyenangkan dan juga memancing adanya komentar-komentar reflektif. Para murid diajak untuk melihat prasangka dalam unit Toleransi dan untuk menghasilkan respons-respons positif dalam interaksi sosial.

Kesadaran Kognitif tentang Keadilan Sosial

Melalui latihan-latihan dan pertanyaan-pertanyaan, para murid didorong untuk melihat akibat tindakan mereka masing-masing pada orang lain dan bagaimana mereka bisa membuat perbedaan. Misalnya, dalam unit Kejujuran, para murid diminta untuk membuat drama singkat yang merupakan potret tema kejujuran dan bukan kejujuran, dengan mengambil konteks dari sejarah atau ilmu sosial. Kemudian mereka bisa melihat pengaruh ketidakjujuran atau ketamakan pada hidup orang lain dan kemudian guru bisa mengajukan pertanyaan pada para pemeran dalam drama tentang perasaan mereka. Dalam pelajaran sejarah, murid-murid sekolah menengah atas diminta untuk melihat hubungan antara ketamakan, korupsi, dan pengabaian hak-hak manusia. Dalam unit Kesederhanaan, para murid diajak untuk memeriksa pesan-pesan yang mereka terima dari media massa dan iklan-iklan.

Mengembangkan Keterampilan untuk Kerukunan Sosial

Unit Toleransi, Kesederhanaan, dan Persatuan mengetengahkan elemen tanggung jawab sosial dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dengan menggunakan warna-warna pelangi sebagai analogi, anak-anak bisa mengeksplorasi berbagai macam budaya. Dalam unit Kesederhanaan, terdapat pula beberapa saran untuk melestarikan dan menghargai bumi kita. Para murid bisa mengeksplorasi contoh-contoh positif dari persatuan dan kemudian bekerja bersama dalam suatu proyek bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>