Breaking News

Koalisi MP3 Jember Dorong Dinas Dukcapil Percepat Pelayanan Dokumen Kependudukan

suasana saat sesi tanya jawab berlangsung antara pihak Dinas Dukcapil dan juga koalisi MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik)

suasana saat sesi tanya jawab berlangsung antara pihak Dinas Dukcapil dan juga koalisi MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik)

Pelayanan publik terkait dokumen kependudukan di Kab. Jember sekarang ini menjadi perhatian masyarakat luas di Kab. Jember. Bagaimana tidak, hal ini disebabkan karena prosesnya yang memakan waktu lama dan juga berbelit-belit.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepengurusan KIA (Kartu Identitas Anak). Setiap hari ada ratusan bahkan ribuan orang yang antre untuk mengurus KIA, hal ini disebabkan karena hanya ada satu tempat yang disediakan oleh pemerintah Kab, Jember melalui Dinas Dukcapil, yaitu hanya bertempat di Roxy Square.

Harusnya kepengurusan KIA bisa dikoordinir langsung melalui sekolah-sekolah, sehingga tidak perlu antri dan menyita banyak waktu, dan juga tidak terkesan bahwa ada “kerjasama” antara pihak Roxy Square dan juga dukcapil, ujar Job Utomo selaku koordinator Koalisi MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik) Jember.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Resto NOG Perum Gunung Sari pada Kamis, 29/03 ini dari pihak Dukcapil dihadiri oleh Sartini, selaku Kabid pengelolaan administrasi kependudukan.

Menurut beliau, lamanya proses kepengurusan dokumen kependudukan dikarenakan proses penunggalan data di pusat yg harus antre. Disamping itu juga ketidakselarasan data serta banyaknya alat perekaman yang rusak di kecamatan menjadi alasan tersendiri kenapa proses kepengurusan dokumen kependudukan menjadi lama.

Upaya-upaya untuk mempercepat pelayanan juga sudah dilakukan melalui kepengurusan dokumen kependudukan On The Spot di desa-desa, baik itu kepengurusan Kartu Keluarga, KTP atau dokumen lainnya, tandas Sartini.

Pernyataan yang juga cukup mengejutkan dari Bu Sartini yaitu saat ini petugas Dukcapil hanya ada sekitar 27 orang, sementara jumlah penduduk yang harus dilayani berkisar 2.613.000 orang, bisa dibayangkan bagaimana prosesnya bisa cepat jika hal tersebut terus dibiarkan.

Tentu permasalahan ini akan menjadi semakin pelik jika tidak segera diatasi, apalagi sekarang banyak keluhan masyarakat terkait Kartu Keluarga atau KTP palsu yang beredar dan meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang adanya relawan yang saat ini belum jelas dasar keberadaannya, siapa mereka dan apa saja tugasnya.

Hal ini semata-mata bukan hanya tugas dinas terkait ataupun penegak hukum saja, melainkan dibutuhkan kolaborasi masyarakat untuk turut aktif dalam proses perbaikan pelayanan. Diharapkan masyarakat melaporkan jika ada pelanggaran yang terjadi dalam proses kepengurusan dokumen kependudukan, sehingga paling tidak bisa menjadi jalan agar prosesnya bisa lebih baik.

Melalui pertemuan yang difasilitasi oleh Prakarsa Jawa Timur ini, harapannya agar nantinya masyarakat semakin aktif untuk mendorong Pemkab Jember melalui Dinas Dukcapil dalam peningkatan pelayanan publik yang ada, bukan hanya kepengurusan dokumen kependudukan saja,tapi juga yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>