Breaking News

kisah inspiratif; Melawan keterbatasan

rezaSaya adalah ibu PW (20 th) warga desa Puger wetan, Jember yang sejak lahir   sudah hidup di pemukiman nelayan dengan segala kondisi keterbatasan yang ada saat ini, saya mempunyai anak kembar dua, yang 1 meninggal karena penyakit hepatitis dan yang satu RA (2 tahun) Alhamdulillah sampai hari ini masih bersama saya.

Saya dan suami hidup biasa-biasa saja, kalau ada rezeki kami bisa makan enak kalau tidak ada rezeki terpaksa harus berhutang di tetangga, saya sadar dengan kondisi anak saya yang kurang gizi atau apapun itu sebutannya dan tidak berpikir bagaimana anak saya nanti, karena waktu itu RA lahir dengan keadaan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) akibat keterbatasan asupan gizi yang saya dapatkan selama masa kehamilan, intinya saya sudah pasrah dengan keadaan yang ada, kalaupun nanti dia tidak sekolah sampai tinggi pun tidak masalah yang pasti dia juga nanti akan jadi nelayan seperti ayahnya, karena saya sendiri dan suami juga tidak lulus SD karena keterbatasan biaya,

kami pasrah dengan nasib dan saya pasrah kondisi anak saya yang terindikasi masalah Stunting, seperti apa yang saya ketahui dari bidan saat posyandu, yang penting saya aktif mengikuti posyandu itu saja.

Namun setelah saya didatangi oleh mbak Nur (CO progam #AnakSehat) bersama dengan kader dan memberikan beberapa pertanyaan dan pengetahuan tentang program #AnakSehat ini saya ingin tahu apa itu Stunting, apa lagi di kasih tahu akan ada kunjungan orang Jakarta ke rumah saya yang kecil ini, hal ini membuat saya penasaran untuk apa semua ini.

Sampai di hari itu tiba, Rabu, 21 Nov 2018, suatu pengalaman yang sangat sulit saya lupakan, rumahku kedatangan beberapa tamu dari jauh dan salah satunya adalah artis yang hanya biasa saya lihat di TV dan satu lagi ibu bule ( Rachel Malik ) yang baik hati memberikan pertanyaaan kepada saya tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan saya tinggal, saya jawab jujur apa adanya, sampai kepada satu pertanyaan yang membuat saya ingin menangis rasanya “anaknya akan di sekolahkan sampai apa?” saya jawab, “kalau ada uang saya sekolahkan kalau tidak ada ya mau bagaimana lagi, untuk makan saja kami susah”, dengan baik hati mas Reza Rahadian memberikan banyak pesan-pesan kepada saya, salah satu yang saya ingat yaitu anak saya harus sekolah sampai tinggi supaya bisa mengangkat derajat orang tua, harus rajin menabung walaupun sedikit dll,

Sejak itu hati saya tergugah dan berpikir saya harus bisa dan saya tidak boleh menyerah dengan keadaaan, saya menyampaikan semuanya kepada suami saya dan suami saya merasa bahagia dan berjanji bertanggung jawab sepenuhnya supaya anak saya nantinya bisa sehat dan bisa sekolah sampai tinggi, karena siapa lagi nanti yang akan mengangkat derajat kami (orang tua) kalau bukan anak kami sendiri.

Terlepas dari siapapun Reza Rahadian di luar sana, pesan-pesan yang telah disampaikan kepada saya sudah menyadarkan saya, bahwa saya tidak boleh menyerah dengan keterbatasan yang saya alami sekarang ini.

 Terima Kasih Program #AnakSehat

Terima Kasih Mas Reza Rahadian

Terima Kasih Ibu Bule Yang Baik Hati (Bu Rachel Malik)

Pengalaman Indah yang Tak Akan Bisa Saya Lupakan, Saya Ingin Anak Saya Bisa Lebih Sehat Dan Lebih Baik Lagi.

                                                                                                                                                         Putri Wati

Oleh : Noor Nabaiyah

editor: M. Yepta Adiarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>